hibridisasi


Hasil gambar untuk hibridisasi ikan

Kegiatan budidaya ikan saat ini banyak diminati oleh masyarakat. Untuk semakin meningkatkan permintaan pasar para pembudidaya melakukan suatu beberapa persilangan guna mendapatkan spesies ikan yang baru. Hasil dari persilangan ini juga diharapkan memiliki kualitas yang unggul. Persilangan yang dapat dilakukan salah satunya yaitu hibridisasi. Menurut Gjedrem (1993) dalam Ariyanto (2006), hibridisasi yaitu persilangan antara 2 individu yang berbeda untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik. Penggabungan atau penyilangan sifat-sifat individu yang berkerabat dekat maupun dengan individu yang berkerabat lebih jauh. Tujuan dari dilakukannya persilangan hibridisasi yaitu untuk medapatkan keturunan dengan pertumbuhan yang cepat, memiliki ketahanan yang tinggi terhadap lingkungan dan penyakit, memiliki warna dan bentuk

yang bagus pada ikan hias, memiliki kualitas daging lebih baik, dan lain sebagainya. Persilangan secara hibridasasi akan menghasilkan nilai heterosis. Menurut Kristiyanto et al (1998) dalam Vrahmana (2013), heterosis adalah perbedaan karakter fenotip antara rataan hasil keturunan dari suatu persilangan dengan rataan dari hasil tetuanya. Efek heterosis bertujuan untuk mengukur keunggulan atau kekurangan dari perkawinan secara hibridisasi. Keturunan dalam suatu keadaan dapat melebihi rataan kedua tipe tetuanya dan dalam keadaan lain keturunan dapat melebihi rataan dari tetuanya, tetapi bukan dari kedua tipe tetuanya. Berdasarkan uraian di atas maka dilakukanlah praktikum mengenai hibridisasi. Tujuan dilakukannya praktikum ini yaitu untuk menunjukkan rasio genotip fenotip dari perkawinan monohybrid dan dihibrid dengan simulasi penyilangan menggunakan kancing berwarna-warni berdasarkan hukum Mendel.

Komentar